TREND SPIRITUAL & SUPRANATURAL

Sudah menjadi rahasia umum yang tersebar dimana saja. semakin marak dan semakin banyak para penganut atau bahkan pelaku serta pengamal Ilmu Kebathinan baik yang beraliran Al-Hikmah, Kejawen, Kharomah, dan sebagainya. Menjadi momok pendongkrak atau bahkan menjadi trend masa kini dari beragam kalangan dan golongan.

Awalnya dipicu dari sering tersiarnya atau bahkan permintaan dari beberapa pemasok dana maupun sponsor yang menunjang beberapa stasiun televisi Indonesia sendiri. Hampir disetiap tayangan stasiun televisi sekarang banyak yang menyajikan, menayangkan beragam tayangan mengenai hal Spiritual dan Supranatural berlatar belakang Budaya dan ada juga yang berlatar belakang Agama. Apapun itu, kesemuanya adalah penunjang atau bisa dikatakan pancingan bagi siapa saja yang menikmati siaran tersebut untuk bangkit dan terpancing hati, jiwa dan perasaanya untuk mempelajari Ilmu tersebut (Minimal Pengetahuan mengenai Spiritual/ Dasar Supranatural itu sendiri).

Beragam wadah Paguyuban, Perkumpulan, Pengajian dan sebagainya pun menjadi banyak memiliki jama'ah atau pengikut. Mereka kebanyakan yang berdatangan disamping ingin meningkatakan pengetehuan mengenai makna hidup, pengetahuan ke-agamaan, bekal diri baik berupa tameng diri, keselamatan dan sebagainya. Pada dasarnya semua yang di ajarkan disana adalah semua yang bemanfaat bagi diri sendiri untuk menunjang kehidupan baik dunia maupun akhirat. Kesemuanya bertujuan untuk menggapai Spiritual tertinggi yang akan diraih.

Tak pelak banyak juga beberapa ajaran yang diintimidasi oleh beberapa golongan akan beberapa alasan tertentu, baik itu adalah ajaran yang kurang tepat atau dari beberapa alasan lainya. Sejatinya, kesemuanya berdasarkan dari individu masing masing, terserah diri ini ingin menimba ilmu dari segi atau dari aliran atau bahkan dari ajaran manapun, selama diri ini merasa tenang tentram dan damai, makan selama itulah puncak spiritual dan hasil dari spiritual itu (Supranatural) akan diraih. Kesemuanya akan berjalan dengan cara yang berkesinambungan secara perlahan dan akan tidak menutup kemungkinan akan dapat digunakan baik untuk urusan pribadi maupun untuk menunjang urusan orang lain yang ada disekitar kita.

Kenganggaan tersendiri akan dicaapi jika semua yang kita pelajari dapat kita aplikasikan berupa hasil untuk orang lain selain diri kita nantinya. Dari sinilah beberapa penggapaian titik puncak Ilmu yang selama ini kita pelajari akan di uji dan ditempa. Apakah diri kita bisa menjaga kebaikan dari Ilmu itu sendiri ataukah justru menodai apa yang sudah kita miliki dan amanah yang sudah kita terima kedepanya?!

Artikel yang satu ini adalah bertujuan untuk menggugah dan meyakinkan serta mendudukan saudaraku sekalian mengenai kebaikan dan kesempurnaan dari pentingnya Menuntut Ilmu! Janganlah menyalahkan atau jangan pula mengintimindasi atau bahkan menyudutkan dan mengkafirkan siapapun mereka yang sedang menuntut Ilmu. Banyak sekali alasan dan dorongan kita untuk menyalahkan mereka yang sedang menimba Ilmu dengan alasan ajaran yang salah, sesat dan sebagainya. Mengapa kami mengatakan seperti ini? Karna sesungguhnya semua sumber atau intisari dari Ilmu itu sendiri adalah Al-Qur'an. 

Sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Allah dalam FirmanNya:
Ayat al-Qur’an yang pertama kali turun menunjukkan dasar ilmu pengetahuan adalah surat al-‘Alaq ayat 1-5...
“Bacalah dengan (menyebut) nama Allah yang Menciptakan. Dia (Allah) telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Allah-lah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia (Allah) mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Qs. al-‘Alaq: 1-5)
Dalam ayat ini, kita dianjurkan untuk belajar melalui Al-qur'an, mengaji, mengkaji, memahami dan menjalani dengan laku amaliah perbuatan dari ilmu yang ada dalam al-Qur’an, meneliti lebih jauh tentang ilmu yang sudah Allah ajarkan dalam al-Qur’an.

Selanjutnya Allah juga menerangkan dalam surah lainya:
Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakal-lah yang dapat menerima pelajaran.” (Qs. Az-Zumar: 9)
Dari ayat di atas dapat disimpulkan, semua pelajaran dan pemahaman yang diterima orang lain adalah hasil berkat akal yang dia miliki dan atas dasar pelajaran yang telah di dapat dari hasil belajarnya dari sumbernya Ilmu itu sendiri.

Pada dasarnya, janganlah belajar hanya untuk tujuan mengikuti trend atau ingin ikut ikutan saja. Jangan pula belajar karna ingin dikenal atau ingin meramaikan saja. Janganlah tontonan dijadikan tuntunan, dan tuntunan dijadikan tontonan. Jangan salah kaprah dalam hal ini.

Perlu anda cermati lagi, dan haruslah anda tanamkan dalam diri anda sendiri, saudaraku.
UNTUK APA ANDA MENIMBA ILMU?
Dalam kesempatan ini, kami Persaudaraan Mawas Diri memiliki stimulus atau bahasa gampangnya adalah obat perangsang, atau bisa juga dikatakan misi atau moto atau tujuan dari memperdalam Ilmu Pengetahuan apapun bentuknya (Karna sumbernya Ilmu Itu sendiri adalah Al-Qur'an), yang bisa anda baca dalam folder 10 reformasi diri, disini.