Bagi kebanyakan orang, seperti yang sudah diterangkan pada artikel sebelumnya, Menimba Ilmu ibarat sindrom yang sudah menjamur dimana mana (dalam hal ini yang kami bahas adalah tentang menimba Ilmu Spiritual maupun Supranatural). Semakin maraknya kajian dan penjabaran mengenai Ilmu Ilmu Supranatural maupun Spiritual beragam aliran dan arah, bagaikan suatu virus yang wajib dimiliki bahkan sudah menjadi trend dan bisa mengangkat popularitas atau bahkan mengangkat derajad seseorang. Tapi itu bukanlah satu tujuan akhir dari apa yang selama ini di cari, di amalkan dan di jalani.
Sangat banyak rahasia dan hal yang tidak diketahui oleh beberapa pengamal beragam aliran Ilmu itu sendiri. Terutama yang terpenting adalah Silsilah dari Ilmu itu sendiri. Dari mana asalnya? Turunya kemana? Sampai kepada kita melalui jasa perantara siapa? Saudaraku ketahuilah, itu adalah sangat penting dan itu adalah awal keberhasilanya dalam menimba ilmu. Baik hasil yang nyata saat ini didunia maupun hasil yang nanti akan diterima di akhirat.
Tak sedikit pula beberapa individu menganggap kalau silsilah ilmu itu tidaklah penting, tidaklah perlu bahkan mereka mengklaim justru bisa menyesatkan karna itu merupakan mashab atau aliran imam imam tertentu. Sangat disayangkan jika ada individu yang memang menganggap seperti itu. Tapi akan kami coba jelaskan sedikit mengenai pentingnya suatu silsilah dalam menimba Ilmu yang di harapkan bisa menggugah saudaraku sekalian untuk memperbaiki sikap dalam menimba ilmu itu sendiri.
Silsilah yang Khos atau dalam bahasa umumnya adalah Mutabaroh, adalah wajib adanya. Silsilah itu ibarat Tali atau jalan dari mana asalnya Ilmu itu sebelum dan ketika sudah sampai kepada kita. Ambil saja contoh seperti ini:
Agar lampu dirumah anda bisa nyala menyinari bias cahaya yang terang, maka diperlukan tempat (piting) lampu untuk menyolokan atau memasang lampu. Lalu diperlukan kabel hingga sampai kesaklar lampu, lalu dibutuhkan kabel hingga sampai ke saklar utama listrik yang ada dirumah kita (meteran), lalu dari rumah kita dibutuhkan kabel yang menyambung sampai kepada tiang listrik pertama yang paling dekat dengan rumah kita, sampai kepada gardu listrik terdekat dari rumah kita, lanjut sampai kepada gardu listrik selanjutnya yang lebih besar kapasitasnya, hingga sampai kepada Pembangkit listrik cabang atau backing up di daerah tempat tinggal kita yang paling dekat, dan dilanjutkan lagi dengan kabel kabel yang sampai akhirnya ke pusat pembangkit listrik yang tersesar yang ada di areal tempat tinggal kita di suatu wilayah tempat tinggal kita.
Dari gambaran di atas, kami rasa sudah dapat saudaraku terima dengan jelas adanya, betapa pentingnya Silsilah yang Mutabaroh. Dan di atas adalah gambaran mengenai listri, sedangkan yang sedang kita amalkan adalah Ilmu yang bisa menjadi bekal diri kita sampai pada akhirat nantinya. Dan semua yang sudah dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban pada akhirnya. Terutama Ilmu yang selama ini kita amaliahkan.
Anggapalah seperti ini:
Dari mana anda mendapatkan Ilmu ini?
Dari ayah saya.
Ayah anda mendapatkan Ilmu ini dari siapa?
Dari kakek saya (ayahnya ayah saya).
Lalu dari siapa kakek anda mendapatkan Ilmu ini?
Dari Gurunya yang bernama si A.
Guru yang bernama si A itu mendapatkan Ilmu ini dari siapa?
..... Dan seterusnya.... Sampai kepada Rasulullah Muhammad SAW, yang menerima Ilmu berupa wahyu dari Malaikat Jibril yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Tetapi apabila tanya jawab itu tidak bisa anda jawab untuk seterusnya mengenai silsilah dari Ilmu yang anda amaliahkan, apa jadinya? Sudah jelas itu akan menimbulkan pertanyaan yang besar dan berat pula pertanggung jawabanya.
Memang benar, pada hakikatnya semua Ilmu bersumber daripada Al-qur'an, Namun sesuai dengan ajaran Rasulullah Muhammad SAW seperti yang telah diriwayatkan dari perkataan beliau:
"Akulah Gudang Ilmu, sedangkan Ali sebagai menantuku ialah merupakan kunci dari gudang Ilmu tersebut".
Dari keterangan di atas jangalah disamakan antara Sumber dengan Gudang dan Kunci. Mungkin antara Sumber dan Gudang bisa di katakan sama saja, tapi Kunci sudah jelas berbeda, untuk lebih jelasknya akan kami jabarkan sebagai berikut.
Al-qur'an adalah Sumber dari sekalian Ilmu (yang merupakan Firman Allah).
Malaikat Jibril (Sebagai penyampai wahyu dari Allah)
Rasulullah Muhammad SAW adalah Gudang dari sekalian Ilmu (yang merupakan penerima wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril).
Ali adalah kunci dari gudang Ilmu tersebut (yang merupakan pemegang amanah dari Rasulullah Muhammad SAW).
Disini akan kami jelaskan perbendaharaan kata yang lebih ringan agar bisa diterima dengan akal yang sehat (dan perlu diketahui, semua penjelasan di bawah ini adalah IBARAT saja)
Sumber, Penyampai Wahyu, Gudang, Kunci.
Jika Sumber mata air adalah pegunungan (ibarat Al-qur'an/ Firman Allah),
maka jalur turunya air dari mata air itu ibarat Malaikat Jibril sebagai penyampai Wahyu,
maka Gudang dari air itu sendiri adalah Tempat penampungan air layaknya PDAM (ibarat Rasulullah Muhammad SAW),
sedangkan kunci nya adalah mesin penyebar air yang ada di PDAM itu sendiri (Ali) untuk menyebarkan aliran air ke semua tempat yang membutuhkan aliran air itu sendiri.
Betapa pentingnya Silsilah dalam satu Ilmu yang kita miliki, betapa agungnya Ilmu apabila terjaga Silsilahnya sampai kepada kita. Seperti pada bagian awal di atas penjabaran menggunakan Listrik, mulai dari mesin diseal pembangkit listrik utama sampai kepada kita sangat wajib adanya tidak putus atau tidak terputus. Jika ternyata aliran listrik dari pembangkit listrik utama terputus, apakah bisa lampu dirumah kita menyala? Kalaupun lampu tetap menyala dengan putusnya aliran listrik tersebut, darimanakah listrik yang mengalir dan membuat lampu rumah kita bisa menyala????